Tabrakan Maut di Mojokerto, Tiga Orang Tew*s dalam Adu Banteng Scoopy dan CB 150R

Daftar Isi

  1.  VIDIO: https://aceimg.com/upload/?f=bq0D1wNo0.mp4 
  2. https://aceimg.com/upload/?f=uvMwPI175.mp4 
  3. https://aceimg.com/upload/?f=KwzMXiJvI.jpg 
  4. https://aceimg.com/upload/?f=tSu0qk2eA.png 

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tabrakan antara sepeda motor Honda CB 150R dan Honda Scoopy tersebut menewask*n tiga orang, termasuk dua karyawati pabrik mebel.

Peristiwa bermula ketika Honda CB 150R bernomor polisi S 5108 NBQ melaju dari arah barat. Sepeda motor tersebut dikendarai Siswanto (38), warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Gondang, bersama Suliswanto (38), warga Dusun Boyo, Desa Bening, Gondang.

Dari arah berlawanan, Honda Scoopy bernomor polisi S 2331 NJM melaju menuju arah barat. Motor itu ditumpangi dua karyawati PT Bondvast Indo Sukses, yakni Annur Widya Febrianti (18), warga Dusun Kudur, Desa Kebontunggul, Gondang, dan Lidiya Nataliya (18), warga Dusun Ngepung, Desa Punggul, Dlanggu.

Kedua perempuan tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja mereka di pabrik PT Bondvast Indo Sukses yang berada di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.

Warga setempat, Arif Yulianto, mengatakan kecelakaan terjadi saat kedua sepeda motor bertabrakan secara langsung di ruas jalan yang relatif lurus.

"Yang dua perempuan itu karyawan Bondvast, berangkat kerja," ujar Arif kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Rabu (12/8/2026).

Benturan keras membuat bagian depan kedua sepeda motor mengalami kerusakan parah. Kondisi kecelakaan tersebut juga menyebabkan para korban terjatuh dan mengalami luka serius.

Annur Widya Febrianti dan Siswanto meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Lidiya Nataliya sempat dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Adapun Suliswanto mengalami luka berat dan turut mendapatkan perawatan medis. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Sumberglagah, Mojokerto.

Arif menyebut kondisi penerangan di lokasi diduga turut menjadi salah satu faktor yang membuat situasi jalan kurang terlihat jelas. Menurutnya, lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi kecelakaan sedang tidak menyala.

"Adu banteng Scoopy dan motor sport. Kondisi jalan lurus, tapi gelap karena lampu PJU mati," jelasnya.

Kecelakaan tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar. Petugas melakukan penanganan terhadap korban dan kendaraan yang terlibat, sementara penyebab pasti tabrakan masih dalam penanganan pihak berwenang.


Posting Komentar