Diduga Dipicu Cinta Segitiga, Anak Punk Tew*s Ditik*m Rekannya di Cikarang Barat, Pelaku Diburu Polisi

Daftar Isi

  1.  VIDIO: https://aceimg.com/upload/?f=TpVdXap4E.mp 
  2. https://aceimg.com/upload/?f=TTHwufKqG.mp4
  3. https://aceimg.com/upload/?f=dMNcCdVEW.mp4 

Seorang anak punk berinisial FA tew*s setelah menjadi korban penikam*n yang diduga dilakukan oleh rekannya sesama anak punk berinisial D di depan sebuah rumah kontrakan di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, perselisihan antara korban dan pelaku sebenarnya telah berlangsung sejak Jumat (26/6/2026) malam. Keduanya disebut sempat terlibat adu mulut di kawasan Kampung Kalijeruk dan Wangkal sebelum insiden berdarah itu terjadi menjelang waktu subuh.

Seorang warga berinisial IS (41) mengatakan, dari informasi yang diterimanya, korban dan pelaku telah beberapa kali cekcok sebelum akhirnya terjadi penikam*n. "Kalau kata informasi sih mereka sempat cekcok. Nah, mungkin itu yang berlanjut hingga subuh korban ditus*k oleh pelaku," ujarnya.

Dugaan sementara, perselisihan dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial M. Korban FA diketahui menjalin hubungan dengan M dan sempat tinggal bersama di sebuah kontrakan. Sementara itu, pelaku D yang kerap mengamen bersama korban dan M diduga memiliki perasaan terhadap perempuan tersebut. Kondisi itu diduga memicu kecemburuan dan memperkeruh hubungan antara korban dan pelaku hingga berujung pada aksi penikaman.

Hingga Sabtu sore, bekas darah korban masih terlihat di lokasi kejadian sebagai tanda insiden tragis tersebut. Setelah kejadian, jasad FA dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi.

Sementara itu, aparat dari Polsek Cikarang Barat bersama Polres Metro Bekasi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu Engkus Kusnadi, membenarkan bahwa pelaku masih dalam pengejaran. "Masih kita dalami, pelaku juga masih dalam pengejaran," ujarnya.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap secara pasti kronologi maupun motif di balik peristiwa tersebut. Konflik pribadi diharapkan dapat diselesaikan melalui cara-cara damai dan sesuai jalur hukum, karena tindakan kekerasan hanya berujung pada kerugian dan hilangnya nyawa.


Posting Komentar