Suasana dini hari di sekitar pertigaan SMK Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, mendadak ramai setelah dua remaja mengalami kecelakaan dan menabrak sebuah angkringan pada Rabu (13/5/2026)
VIDIO: https://aceimg.com/upload/?f=549ec960c.mp4
Suasana dini hari di sekitar pertigaan SMK Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, mendadak ramai setelah dua remaja mengalami kecelakaan dan menabrak sebuah angkringan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Usai kejadian, keduanya mengaku menjadi korban aksi kejahatan jalanan atau klitih yang dilakukan sekelompok pengendara motor menggunakan Yamaha NMAX berwarna putih.
Mendengar pengakuan tersebut, warga yang berada di lokasi langsung tergerak membantu. Tanpa banyak curiga, sejumlah warga ikut melakukan pengejaran terhadap kelompok yang disebut sebagai pelaku. Pencarian dilakukan hingga ke arah selatan dekat rel kereta api. Bahkan warga sempat bolak-balik menyisir jalan persawahan dan bertanya kepada masyarakat sekitar demi menemukan rombongan yang disebut telah menyerang dua remaja tersebut.
Namun, fakta yang kemudian terungkap justru mengejutkan. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, pihak kepolisian mendapati bahwa cerita yang disampaikan kedua remaja itu diduga tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka disebut bukan korban aksi klitih, melainkan bagian dari rombongan yang diduga hendak melakukan tawuran.
Dalam rekaman CCTV, kelompok tersebut disebut terlihat membawa senjata tajam jenis clurit. Saat insiden terjadi, sebagian anggota rombongan melarikan diri, sementara dua remaja yang terjatuh usai menabrak angkringan akhirnya diamankan oleh polisi.
Yang membuat warga semakin geram, kedua remaja itu diduga sempat mengarahkan warga ke sejumlah lokasi palsu untuk mencari “pelaku klitih”. Akibatnya, orang-orang yang awalnya berniat membantu harus berulang kali berkeliling mencari pelaku yang ternyata diduga justru merupakan bagian dari kelompok mereka sendiri.
Saat ini, kedua remaja tersebut telah diamankan di Polres Kulon Progo guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan para remaja tersebut, bukan hanya karena diduga membawa senjata tajam, tetapi juga karena dianggap telah memanfaatkan kepedulian warga dengan memberikan informasi yang tidak benar.

Posting Komentar